Minggu, 04 Mei 2014

Toyota Bidik Ekspor Mobil Naik 30%

Di kuartal I 2014, pembiayaan sektor otomotif turun akibat semakin ketatnya likuiditas.
PT Toyota Astra Motor (TAM) optimistis ekspor mobil mereka bakal naik 30% hingga akhir 2014. Timur Tengah dan Amerika Latin disasar sebagai pasar potensial untuk mencapai pertumbuhan dari realisasi ekspor 120 ribu unit tahun lalu.
“Kami optimistis ekspor bisa naik 30%.

Saat ini ekspor Toyota sudah ke banyak negara seiring peningkatan kapasitas produksi pabrik di Karawang, Jawa Barat,“ ujar Vice President Director TAM Suparno Djasmin dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pasar potensial berada di kawasan Timur Tengah, Amerika Latin, dan ASEAN. Pihaknya juga memacu ekspor untuk kendaraan rakitan (completely knocked down/CKD), mesin, dan komponen.

Saat ini total kapasitas produksi pabrik Toyota di Indonesia mencapai 250 ribu unit per tahun. Hal itu menunjang volume ekspor tahunan yang naik dari 580 unit menjadi lebih dari 118 ribu unit. Sejak ekspor perdana pada 1987, Toyota telah mengekspor 560 ribu kendaraan utuh bernilai lebih dari US$11 miliar hingga 2013.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Astra International Tbk (AI) di Jakarta, Selasa (29/4), Suparno ditunjuk menjadi Direktur AI untuk Toyota Group di Indonesia. Suparno juga menjabat CEO Toyota Sales Operation (Auto 2000) menggantikan Johnny Darmawan yang pensiun.

Dari total penjualan mobil nasional 1,2 juta unit (naik 10%) pada 2013, penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Truck, dan Peugeot) naik 8% sejumlah 655 ribu unit. “Divisi otomotif berkontribusi 45% untuk pendapatan Astra. Tahun ini, kami menyiapkan dana Rp5 triliun untuk ekspansi jaringan dan otopart dan Rp7 triliun untuk pengembangan pabrik,“ kata Presiden Direktur PT AI Tbk Prijono Sugiarto.
ACC ekspansi ke daerah Sementara itu, Astra Credit Companies (ACC) memperkuat layanan dengan terus menambah Sentra Mobil Bekas di daerah.

Langkah ekspansi anak usaha AI itu untuk meningkatkan pembiayaan sektor otomotif nasional. “Surabaya menjadi pilihan pertama karena penjualan mobil bekas tumbuh tinggi,“ ujar Director Sales and Marketing ACC Wiemia dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, Sentra Mobil Bekas ACC yang beranggotakan 30 diler di Surabaya itu didukung layanan perbankan dari Bank Permata, pemilik 24,9% saham ACC serta asuransi Garda Oto. “Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ACC juga memberikan pelatihan pembiayaan supaya masyarakat mengerti tentang pembiayaan. Masyarakat bisa mencari informasi tentang pembiayaan, manfaat, dan informasi lainnya,“ katanya.

Chief Executive Officer ACC Jodjana Jody menambahkan, ACC telah menjadi perusahaan pembiayaan terpercaya di Indonesia. “Hal itu terbukti dengan sindikasi 30 bank di Jepang dan Taiwan yang mengucurkan pendanaan US$670 juta untuk ACC,“ katanya.
Sampai kuartal pertama 2014, ACC telah membukukan pembiayaan Rp7,2 triliun dengan komposisi pembiayaan mobil baru 68%, mobil bekas 29%, dan alat berat 3%.

“Pembiayaan itu untuk 55.384 unit mobil, naik 22% ketimbang kuartal I 2013 sebesar 46.142 unit. Walau unit tumbuh, kenaikan nilai total kredit tidak besar, karena adanya LCGC,“ kata Jody. (Uut/E-5) Media Indonesia, 02/05/2014, halaman : 19