Jumat, 07 November 2014

LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR Bantuan Pupuk untuk Menambal Jalan

BANTUAN pupuk organik dan pupuk NPK yang diberikan Pemkab Lembata, Nusa Tenggara Timur, salah sasaran.

Sebagian besar bantuan pupuk untuk 80 kelompok petani ladang di Lembata tidak dipergunakan dan rusak di tempat penimbunan.Sebagian pupuk justru dijual kepada petani lain yang kesulitan pupuk.

Bahkan warga menggunakan pupuk untuk menutup lubang jalan yang rusak dan berfungsi sebagai tanggul darurat untuk menangkal banjir.
Bety Buran, warga Desa Belobatang, Kecamatan Wulandoni, mengungkapkan bantuan pupuk yang diberikan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Lembata tahun lalu dibiarkan menumpuk di pinggir jalan.

“Kami tidak biasa memakai pupuk di ladang, tetapi dinas selalu menurunkan bantuan,“ ujar Betty, kemarin.

Sebaliknya, para petani sawah di Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, harus mencari pupuk di desa-desa yang menerima bantuan pupuk.“Sekarang kami kesulitan mencari pupuk dan harus mencari ke petani ladang.

Ternyata pupuk-pupuk bantuan itu tidak digunakan dan dijual per karungnya Rp120 ribu,“ ungkap Maria Prada, petani sawah Waikomo.

Kisruh bantuan pupuk yang salah sasaran menyebabkan para petani kebingungan. Maria Prada dan para petani sawah Waikomo meminta pemerintah meninjau ulang program bantuan pupuk kepada petani ladang.

“Selama ini petani sawah yang sangat membutuhkan pupuk tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,“ keluhnya.(PT/N-4) Media Indonesia, 5/11/2014, halaman 13